ADAB MAKAN SEORANG MUSLIM


Mulai dari pinggir piring

Saat kita makan, bukan hanya rasa kenyang yang kita inginkan. Kita juga mengharapkan keberkahan yang terdapat di dalam makanan yang kita santap. Dalam hal ini Rasulullah mengajarkan untuk memulai makanan dari pinggir piring, untuk kemudian ke tengah. Anjuran ini tersirat dalam hadist shahih berikut:

Diriwayatkan dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi bersabda, “Jika kalian makan, maka janganlah makan dari bagian tengah piring, akan tetapi hendaknya makan dari pinggir piring. Karena keberkahan makanan itu turun dibagian tengah makanan.”

Selain untuk mendapatkan berkah dari makanan, hal ini juga dimaksudkan sebagai salah satu sikap sopan. Terlebih lagi apabila kita makan bersama-sama dengan beberapa orang dari satu tempat. Tentunya kita akan dinilai tidak sopan jika mengambil makanan yang ada ditengah terlebih dahulu.

Cuci tangan sebelum dan sesudah makan

Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan adalah salah satu hal yang dianjurkan. Anjuran ini ditujukan untuk menjaga kesehatan kita dari kuman-kuman yang ada di tangan setelah beraktivitas. Dengan mencuci tangan, maka kuman di tangan kita akan hilang dan tidak masuk ke tubuh lewat makanan.

Mengenai mencuci tangan sesudah makan, Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang tidur dalam keadaan tangannya masih bau daging kambing dan belum dicuci, lalu terjadi sesuatu, maka janganlah dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”

Tidak duduk bersandar

Yang dimaksud duduk bersandar disini adalah segala macam jenis duduk bersandar. Ada yang bersandar ke tembok, ada pula yang bersandar pada tangan kirinya. Makan sambil duduk bersandar dimakruhkan, hal ini sejalan dengan hadist berikut:

Abu Juhaifah mengatakan, bahwa dia berada di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian Rasulullah berkata kepada seseorang yang berada di dekat beliau, “Aku tidak makan dalam keadaan bersandar.”

Lantas sikap duduk bagaimanakah yang diperbolehkan? Ibnu Hajar mengatakan, “Jika sudah disadari bahwasanya makan sambil bersandar itu dimakruhkan atau kurang utama, maka posisi duduk yang dianjurkan ketika makan adalah dengan menekuk kedua lutut dan menduduki bagian dalam telapak kaki atau dengan menegakkan kaki kanan dan menduduki kaki kiri.”

Tidak tengkurap

Gaya makan yang dilarang dalam ajaran islam adalah makan sambil tengkurap. Dari segi kesehatan, gaya makan ini akan membahayakan, karena orang dapat dengan mudah tersedak. Sedangkan dari nilai-nilai ajaran islam, gaya makan seperti ini jelas-jelas dilarang oleh Rasulullah SAW. Hal ini tercremin dalam sebuah hadist shahih:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dua jenis makanan: yaitu duduk dalam jamuan makan yang menyuguhkan minum-minuman keras dan makan sambil tengkurap.”

Segera makan ketika makanan siap

Pada saat kita ingin makan, dan makanan sudah siap, sebaiknya kita makan dengan tenang. Meskipun waktu sholat telah tiba, namun perasaan kita sangat ingin makan, maka akan lebih baik dahulukan makan. Sebaiknya makan juga tidak tergesa-gesa. Pengutamaan makan terlebih dahulu ini ditujukan untuk meningkatkan kekhusukan kita dalam sholat, setelah hajat kita terpenuhi. Hal ini sesuai dengan beberapa riwayat berikut:

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika makan malam sudah disajikan dan Iqamah shalat dikumandangkan, maka dahulukanlah makan malam.” (HR Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Nafi’, beliau mengatakan terkadang Ibnu Umar mengutusnya untuk satu keperluan, padahal beliau sedang berpuasa. Kemudian makan malam disajikan kepada Ibnu Umar, sedangkan shalat Magrib sudah dikumandangkan. Bahkan beliau mendengar suara bacaan imam (shalat) yang sudah mulai shalat, tetapi beliau tidak meninggalkan makan malamnya, tidak pula tergesa-gesa, sehingga menyelesaikan makan malamnya. Setelah itu beliau baru keluar dan melaksanakan shalat. Ibnu Umar menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian tergesa-gesa menyelesaikan makan malam kalian jika sudah disajikan.” (HR. Ahmad)

Dari Aisyah beliau mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sah shalat saat makanan sudah disajikan dan pada saat menahan buang air besar dn buang air kecil.” (HR. Muslim)

Tetapi, jika makanan sudah disajikan namun kita tidak dalam kondisi terlalu lapar dan sedang tidak ingin makan, maka hendaknya kita lebih mengutamakan shalat dari pada makan.

Makan dengan tiga jari

Makan dengan tangan yang diajarkan Rasulullah SAW adalah dengan menggunakan tiga jari, yaitu ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah. Selain itu Rasulullah SAW menganjurkan untuk menjilati jari-jari tersebut sebelum mencucinya. Hal ini tersirat dalam sebuah hadist:

Dari Ka’ab bin Malik dari bapaknya beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu makan dengan menggunakan tiga jari dan menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan.”

Dari hadist tersebut Ibnu Utsaimin mengambil kesimpulan: “Dianjurkan untuk makan dengan tiga jari, yaitu jari tengah, jari telunjuk, dan jempol, karena hal tersebut menunjukkan tidak rakus dan ketawadhu’an. Akan tetapi hal ini berlaku untuk makanan yang bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari. Adapun makanan yang tidak bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari, maka diperbolehkan untuk menggunakan lebih dari tiga jari, misalnya nasi. Namun, makanan yang bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari maka hendaknya kita hanya menggunakan tiga jari saja, karena hal itu merupakan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

http://www.syahadat.com/islam/aqidah-dan-akhlak/8-adab-makan-seorang-muslim-ii

Labels : free wallpaper art wallpapers black supercar wallpapers cantik MotoGP car body design

Tidak ada komentar: